WARGA KELUHKAN
PEMADAMAN LISTRIK YANG TAK BERATURAN
Sejumlah warga kota
palu, mengeluh pemadaman listrik yang tidak beraturan yang diberlakukan PT PLN
di daerah itu.
“tiap seminggu 3-5 kali
listrik padam dari pagi sampai sore hari,” kata andi, warga btn roviga, palu,
minggu.
Sementara di daerah
lain pemadaman di tempat lain hanya 1 kali dalam seminggu dan hanya pada malam
hari.
PLN,
kata dia, tidak adil dalam semberlakukan waktu pemadaman aliran listrik di
seluruh wilayah kota palu itu.
Menurut
dia, seharusnya waktu pemadaman listrik diterapkan secara adil dan merata dan
adil di setiap lokasi permukima penduduk di kota palu.
Hal
senada juga di sampaikan oleh suryansyah, warga btn lasoani, kelurahan lasoani,
kecamatan mantikulore.
Ia
juga membenarkan pemadaman listrik di bagian btn lasoani tdk beraturan.
Akibatnya, masyarakat tidak bisa
melakukan aktivitas secara maksimal karena kebanyakan kegiatan usaha selama ini
sangat bergantung pada PLN.
“kalau
listriknya padam, otomatis kegiatan usaha juga macet,” kata pemilik warnet di
daerah tersebut.
Mereka berharap program
pemadaman listrik bergilir secepatnya berakhir agar masyarakat tidak semakin
merugi.
Sementara
itu PLN kota palu mengatakan pemadaman yang sudah sepekan ini berlangsung
dikarenakan suplay daya dari dua unit PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)
milik PT Pusaka jaya palu power menurun drastis.
“kita
sekarang ini hanya mendapat suplay dari PLTU hanya sekitar tujuh megawatt (mw)
saja,” kata seorang yang bekerja di PLN.
Sementara
dalam keadaan kondisi baik, PLTU bisa mensuplai daya ke PLN sebesar 24 MW.
Karena
PLN mengalami defisi daya cukup besar,
maka pemadaman bergilir tidak bisa dihindari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar